Ikan gabus di Indonesia juga memiliki nama sebagai “Ikan Kutuk”. Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, sejenis protein itu penting. Kebutuhan tubuh albumin dibutuhkan setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka. Penelitian manfaat daging ikan gabus atau ekstrak protein (albumin cair) telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit. Berikut data hasil penelitian albumin.

Data Hasil Penelitian Albumin Cair

  • Eddy M (2003)

    Penelitian terhadap pasien Operasi Luka Bakar. Dengan hasil, para pasien yang menggunakan ekstrak albumin ikan kutuk lebih cepat penyembuhannya 3 hari dibanding tanpa ekstrak albumin.

  • Vincent (2003)

    Penelitian terhadap 535 pasien penyakit komplikasi. Hasilnya, penyakit komplikasi pasien turun setelah menggunakan ekstrak albumin.

  • Nicholas (2003) dan Salma (2006)

    Penelitian penggunaan ekstrak ikan gabus terhadap pasien HIV. Nicholas menemukan peningkatan daya tahan tubuh terhadap stress dari indikasi HIV. Salma menggunakan dosis lebih tinggi untuk pasien HIV dan menemukan peningkatakan kadar albumin, peningkatan hemoglobin, dan peningkatan berat badan 2kg.

  • Taslim (2003)

    Penelitian pada pasien Hipoalbumin, Luka Dekubitus dan Penyakit Paru. Dengan dosis standar menemukan hasil peningkatan kadar albumin pada tubuh sebesar 0.7 gr/dl pada penggunaan selama 10 hari.

  • Hidayanti (2006)

    Data hasil penelitian albumin untuk pasien pasca bedah kurang gizi menunjukan peningkatan kadar albumin tubuh sebesar 0.7 gr/dl untuk penggunaan selama 10 hari. Lama rawat iniap berkurang 3 hari dibanding biasanya.

Di tahun 2016, para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga menemukan bahwa Ekstrak Ikan Gabus dapat menjadi obat alternatif untuk penderita penyakit diabetes. Data hasil penelitian albumin yang mereka temukan bahwa ekstrak ikan gabus dapat menurunkan kadar gula dan memperbaiki jaringan pankreas sebesar hampir 70%.

Data Hasil Penelitian Albumin Lainnya : Mendukung pertumbuhan untuk bayi dan anak-anak

Defisiensi albumin bisa terjadi pada tubuh manusia, yang merupakan kondisi yang dikenal dengan hipoalbumin. Hal ini dapat menyebabkan nutrisi tidak dapat terdistribusi dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan si kecil terganggu, perkembangan otak tidak maksimal, penurunan imunitas dan menyebabkan anak mudah sakit.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengkonsumsi ekstrak ikan gabus secara teratur memiliki kadar albumin jauh lebih tinggi, dan tingkat berat badan serta hemoglobin darah yang meningkat secara signifikan.

Albumin sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, terutama bagi balita yang berada dalam fase keemasan pertumbuhan (golden age). Dengan demikian, dengan mengkonsumsi ekstrak ikan gabus dapat membantu mencegah masalah kecerdasan anak.

Tingkat albumin normal antara 3,5-4,5 g / dl, dan bila kurang dari 2,2 g / dl dapat menyebabkan masalah pada tubuh. Hal seperti ini bisa dilihat pada anak-anak yang mengalami keterbelakangan pertumbuhan. Jika ini terjadi terus-menerus, anak akan mengalami kelainan pertumbuhan yang bisa menyebabkan anak kurus atau kurang gizi.

Sekilas Produk Ekstrak Ikan Gabus Cair (Albumin Cair)

Semua protein keluarga albumin larut dalam air, cukup larut dalam larutan garam pekat. Albumin cair lebih cepat diserap tubuh ketimbang ekstrak dalam bentuk kapsul. Produk albumin cair yang kami tawarkan dalam bentuk sachet kondisi beku (-10ºCeclius). Per sachet berisi ekstrak ikan gabus 50 cc.

Harga produk albumin cair yang kami tawarkan jauh lebih murah ketimbang penggunaan infus albumin yang mencapai jutaan rupiah. Hasil dan manfaatnya sama. Produk dikirim dalam bentuk beku, oleh karena itu sementara hanya melayani wilayah Jabodetabek saja.

Dapatkan Sekarang Juga

Per Paket isi 4 Pcs dengan Harga Hanya Rp. 70.000. Dapat diantar langsung menggunakan Gojek/GrabBike dan JNE YES.

Pin It on Pinterest

Share This