Penyakit diabetes adalah masalah yang berkembang di seluruh dunia yang sangat terkait dengan aterosklerosis. Skrining dan intervensi untuk penyakit diabetes pada tahap awal dianjurkan pada pencegahan komplikasi diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Albumin adalah protein yang di produksi oleh ginjal. Kekurangan albumin atau konsentrasi albumin pada saluran urin (Albuminuria) paling sering disebabkan oleh kerusakan ginjal akibat diabetes. Tapi banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Ini termasuk tekanan darah tinggi, gagal jantung, sirosis, dan lupus. Jika kerusakan ginjal dini tidak diobati, jumlah albumin yang lebih banyak dapat bocor ke dalam urin. Oleh karena itu, kendalikan penyakit diabetes dengan asupan albumin yang cukup.

Fungsi Albumin untuk Penderita Penyakit Diabetes

Tugas ginjal adalah untuk menyaring produk sampingan protein dan air dari aliran darah dan menjaga keseimbangan natrium dan potassium dalam darah. Albumin dalam darah memiliki banyak fungsi, termasuk menjaga keseimbangan cairan antara darah dan jaringan lainnya.

Pada tahap awal penyakit diabetes, ginjal mulai mengeluarkan terlalu banyak albumin dari darah, dan jumlah albumin yang sangat kecil mulai muncul dalam urin, suatu kondisi yang dikenal sebagai mikroalbuminuria. Penyakit diabetes mellitus (DM) akan mengurangi tingkat albumin.

Biasanya, seseorang memiliki kurang dari 25 miligram albumin dalam urin mereka setiap hari. Seseorang dengan mikroalbuminuria memiliki 30 sampai 300 miligram. Mikroalbuminuria tidak jarang terjadi pada orang yang pernah menderita diabetes selama lima tahun atau lebih.

Rentang referensi untuk pengujian albumin adalah sebagai berikut: Rentang normal 3,5 sampai 5,5 g / dL atau 35-55 g / liter. Rentang ini mungkin sedikit berbeda di laboratorium yang berbeda. Albumin membentuk 50% -60% protein plasma darah.

Untuk itu, para penderita penyakit diabetes yang kronis umumnya mendapatkan perawatan berupa infus cairan albumin. Harga per infus albumin mencapai Rp. 2 juta rupiah per sekali infus. Tentunya ini akan sangat mahal.

Alternatif lainnya untuk mengatasi mahalnya harga infus albumin adalah dengan menggunakan ekstrak ikan gabus. Ikan gabus telah diteliti oleh para ilmuan dunia sebagai makanan yang kaya dengan protein Albumin. Dan ini berlaku hanya pada ikan gabus yang hidup di alam liar, bukan diternak secara khusus.

Ekstrak Ikan Gabus Bermanfaat untuk Kesehatan Penderita Diabetes

Albumin selain dibutuhkan oleh semua orang, juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh para penderita penyakit diabetes.

Untungnya, kini sudah ada produk albumin cair dari ekstrak ikan gabus yang dapat meningkatkan albumin di tubuh para penderita diabetes. Harga ekstrak ikan gabus dalam bentuk albumin cair ini berkisar Rp. 70.000 per 4 sachet.

Produk albumin cair dari ekstrak ikan gabus ini sangat dianjurkan oleh para dokter ahli diabetes untuk para penderita penyakit diabetes. Dengan mengkonsumsi secara teratur, maka kadar albumin di dalam tubuh pasien dapat meningkat.

Dengan meningkatnya albumin pada tubuh penderita diabetes, maka kemampuan sel tubuh untuk memperbarui organ akan meningkat juga. Hal ini akan meningkatkan kemampuan ‘self-healing’ pada tubuh penderita diabetes melitus.

Pin It on Pinterest

Share This